News & Press Release

Welcome Dinner The 12th International Flora Malesiana Symposium & The International Nature-based Climate Solutions Conference

Manokwari, 9 Februari 2026 — Setelah lebih dari 25 tahun penelitian intensif, karya penting dalam dunia botani akhirnya hadir melalui buku Palms of New Guinea. Buku setebal lebih dari 700 halaman ini merupakan dokumentasi taksonomi paling lengkap pertama mengenai 250 spesies palem asli Pulau New Guinea, salah satu wilayah dengan tutupan hutan tropis dan keanekaragaman hayati tertinggi di dunia.

Peluncuran buku monumental ini dilakukan oleh Gubernur Papua Barat dalam rangkaian acara welcome dinner yang mempertemukan para peserta mancanegara dan domestik, sebagai bagian dari penyelenggaraan forum ilmiah internasional di Manokwari. Momentum tersebut menegaskan posisi Papua Barat sebagai pusat perhatian dunia dalam riset biodiversitas tropis dan solusi berbasis alam.

Publikasi ini dipimpin oleh Dr. William J. Baker dari Royal Botanic Gardens, Kew (Inggris), bersama tim internasional yang melibatkan sembilan penulis utama dari berbagai negara, termasuk Indonesia dan Papua New Guinea. Kolaborasi lintas negara ini memperkuat posisi buku sebagai rujukan ilmiah global bagi studi taksonomi, konservasi, dan pemanfaatan palem tropis.

Dalam pengantarnya, Senior Botanist PNG National Herbarium, Kipiro Q. Damas, menyebut buku ini sebagai karya yang telah lama dinantikan serta penting tidak hanya bagi ilmuwan, tetapi juga bagi masyarakat umum dan generasi muda yang mulai kehilangan pengetahuan tradisional tentang tumbuhan.

Palem dan Kehidupan Masyarakat

Di New Guinea, palem memiliki peran vital dalam kehidupan masyarakat adat—mulai dari sagu sebagai pangan pokok, pinang sebagai stimulan tradisional, hingga pelepah dan daun sebagai bahan bangunan. Buku ini menghadirkan informasi komprehensif setiap spesies, meliputi deskripsi morfologi, peta sebaran berbasis ribuan spesimen herbarium, habitat, nama lokal, kegunaan tradisional, serta status konservasi terkini.

Kolaborasi Ilmiah 25 Tahun

Proyek Palms of New Guinea dimulai sejak akhir 1990-an dan menghasilkan berbagai capaian penting, termasuk pengumpulan lebih dari 1.100 spesimen baru, publikasi puluhan makalah ilmiah, deskripsi 91 spesies baru, serta penemuan tiga genus baru. Keterlibatan institusi internasional—seperti Royal Botanic Gardens Kew, berbagai universitas dunia, BRIN, UNIPA, hingga lembaga riset Papua New Guinea—menjadi kunci keberhasilan proyek ini.

Fondasi Konservasi dan Pembangunan Berkelanjutan

Gubernur Papua Barat periode 2017–2022, Dominggus Mandacan, dalam kata pengantarnya menegaskan bahwa buku ini merupakan warisan berharga bagi generasi mendatang sekaligus fondasi bagi pembangunan berkelanjutan, perlindungan keanekaragaman hayati, dan adaptasi perubahan iklim di Tanah Papua.

Diterbitkan oleh Royal Botanic Gardens, Kew pada 2024, buku Palms of New Guinea tersedia gratis dalam format PDF serta dalam versi cetak. Kehadirannya menutup salah satu kesenjangan besar dalam pengetahuan flora palem dunia dan menjadi tonggak penting bagi ilmu pengetahuan, konservasi, serta masyarakat adat New Guinea.

Scroll to Top

The books Trees of New Guinea and Palms of New Guinea are now available for free download. Get your copies here: