Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan resmi meluncurkan Palms of New Guinea, buku berisi dokumentasi taksonomi terlengkap mengenai 250 spesies palem asli Pulau New Guinea. Buku tersebut menghadirkan informasi komprehensif setiap spesies meliputi deskripsi morfologi, peta sebaran berbasis ribuan spesimen herbarium, habitat, nama lokal, kegunaan tradisional, serta status konservasi terkini.
Day: February 10, 2026
Flora Malesiana Symposium ke-12 Digelar di Papua Barat 9 – 14 Februari 2026 | SAPA PAGI
Penyelenggaraan agenda internasional berbasis alam, yakni Flora Malesiana Symposium ke-12 dan International Nature-Based Climate Solutions Conference, berlangsung di Manokwari, Papua Barat. Kegiatan ini dihadiri oleh delegasi dari 16 negara.
Flora Malesiana Symposium merupakan forum ilmiah internasional yang membahas secara mendalam hasil penelitian, dokumentasi, serta upaya pelestarian keanekaragaman tumbuhan di kawasan Malesiana. Kawasan ini dikenal sebagai salah satu pusat keanekaragaman hayati dunia.
Pembukaan The 12th International Flora Malesiana Symposium & The International Nature-based Climate Solutions Conference
Provinsi Papua Barat secara resmi menjadi tuan rumah dua pertemuan ilmiah internasional bergengsi sekaligus, yaitu Simposium Internasional Flora Malesiana ke-12 dan Konferensi Internasional Solusi Iklim Berbasis Alam (Nature-Based Climate Solutions Conference) yang berlangsung pada 9–14 Februari 2026 di Manokwari.
Welcome Dinner The 12th International Flora Malesiana Symposium & The International Nature-based Climate Solutions Conference
Setelah lebih dari 25 tahun penelitian intensif, karya penting dalam dunia botani akhirnya hadir melalui buku Palms of New Guinea. Buku setebal lebih dari 700 halaman ini merupakan dokumentasi taksonomi paling lengkap pertama mengenai 250 spesies palem asli Pulau New Guinea, salah satu wilayah dengan tutupan hutan tropis dan keanekaragaman hayati tertinggi di dunia.



